Saturday, October 20, 2018

Manusia dan Kebudayaan


A. PENGERTIAN MANUSIA
            Manusia memiliki peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksata, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait, satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yang berbudaya, dan lain sebagainya.

           Ada dua pandangan tentang unsur-unsur yang membangun manusia, yaitu:
1. Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait
    a. Jasad : badan kasar manusia yang nampak
                    
luarnya.
    b. Hayat: mengandung unsur hidup yang ditandai
                     dengan gerak.
    c. Ruh   : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya
                   
yang bekerja secara spiritual dan
                    memahami kebenaran.

    d. Nafs  : kesadaran tentang diri sendiri.
2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga
    unsur 
    a. Id            : merupakan struktur kepribadian yang 
                          paling primitif dan paling tidak
                         
nampak.
    b. Ego         : berperan untuk menghubungkan
                         
energi Id ke dalam saluran sosial yang
                          dapat dimengerti orang lain.


    c. Superego: kesatuan standar-standar moral yang 
                          diterima oleh ego dari sejumlah agen
                         
yang mempunyai otoritas di dalam
                         
lingkungan luar diri, biasanya
                          merupakan asimilasi pandangan orang
                          tua.



         
  Dari uraian di atas dapat mengkaji aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan unsur-unsur manusia. Kesemua unsur tersebut dapat digunakan sebagai alat analisa bagi tingkah laku manusia.


B. HAKEKAT MANUSIA
  •  Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
           Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit, tetapi tidak abadi. Sedangkan jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan, roh tidak dapat dilihat serta diraba dan sifatnya abstrak tetapi abadi.
  • Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
          
    Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia.
  • Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
           Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi, biokomia, psikobologi, dan sebagainya. Sedangkan, sebagai makhluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, dan sebagainya.
  • Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
          
    Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran "eksistensialisme" memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah manusia alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula.
  
C. KEBUDAYAAN BANGSA TIMUR
          
Francis L.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat, dan kesusastraan cina klasik. Karya tulisnya berjudul Psychological Homeostatis Cina Klasik. Majalah American Antropologist, jilid 73 tahun 1971, halaman 23-24. 
           Hsu mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar diri pribadi. 


  • Nomor 7 dan 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar.
  • Nomor 5 disebut kesadaran yang tidak dinyatakan (unexpressed concious).
  • Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan (expressed concious).
  • Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang, binatang-binatang, atau benda-benda yang oleh si individu diajak bergaul secara mesra dan karib.
  • Nomor 2 disebut lingkungan hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap sayang dan mesra, melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau benda-benda itu bagi dirinya.
  • Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia, tetapi jarang sekali mempunyai arti dan pengaruh langsung pada kehidupan sehari-hari.
  • Nomor 0 disebut lingkungan dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan yang hampir sama dengan pikiran yang terletak dalam lingkungan nomor 1.

D. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
           Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi, kebudayaan dapat diartikan sebagai "segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya. Dapat juga diartikan sebagai segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya". 

           Berikut adalah pengertian kebudayaan menurut para ahli:
  •   E.B Taylor (1871)
        
    Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, dan adat istiadat.
  • Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi
         Merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
  •  Sutan Takdir Alisyahbana
          Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.
  • Koentjaraningrat
          Kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
  • A.L Krober dan C. Kluckhon
          Kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
  • C.A. Van Peursen
          Kebudayaan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.
  • Kroeber dan Klukhon
          Kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran,  perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun  pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk di dalamnya  perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau  paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.
           Secara praktis bahwa kebudayaan merupakan sistem nilai dan gagasan utama (Vital). Sistem nilai dan gagasan utama itu dihayati oleh para pendukung kebudayaan yang bersangkutan dalam kurun waktu tertentu, sehingga mendominasi keseluruhan kehidupan para pendukung itu, dalam arti mengarahkan tingkah laku  mereka pada masyarakatnya.


E. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
           Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat kesatuan. 
            Beberapa rumusan unsur-unsur kebudayaan dari para ahli:
  • Melville J. Herkovits
         Ia mengajukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan adalah terdiri dari 4 unsur yaitu alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik.
  • Bronislaw Malinowski
         Unsur kebudayaan terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan dan organisasi kekuatan.
  • C. Kluckhon
         Menurutnya ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu sistem religi, sistem organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi, sistem teknologi dan peralatan, bahasa, serta kesenian.
F. WUJUD KEBUDAYAAN 
           Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunya tiga wujud yaitu:
1.   Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
     Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
2.   Kompleks aktivitas
     Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat konkrit, dapat diamati, atau observasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial.
3.   Wujud sebagai benda
     Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya.
           Ketiga wujud kebudayaan tadi, dalam kehidupan manusia tidak terpisah satu sama lain. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada tindakan-tindakan dan karya manusia. Baik pikiran dan ide, maupun tindakan dalam karya manusia menghasilkan benda-benda kebudayaan fisiknya, dan sebaliknya. 


G. PERUBAHAN KEBUDAYAAN
             Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan memiliki dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. 
              Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
  • Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
  • Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. 
             Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan lain, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi 
             Perubahan kebudayaan ialah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan, antara lain aturan-aturan, norma-norma, yang digunakan sebagai pegangan dalam hidup, juga teknologi, selera, rasa keindahan (kesenian), dan bahasa.
             Beberapa faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya:
1.   Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2.   Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya  sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
3.   Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan baru tersebut.
4.   Apabila unsur tersebut memiliki skala kegiatan terbatas, dan dapat dengan mudah, dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
5.   Jika pandangan hidup, dan nilai-nilai yang dominan pada suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama, maka penerimaan unsur baru itu akan mengalami hambatan dan harus disensor dahulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan ajaran agama yang berlaku 
            Proses akulturasi yang berjalan baik dapat menghasilkan integrasi antara unsur-unsur kebudayaan asing dengan unsur-unsur kebudayaan sendiri.

 
H. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
             Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia.
            Dari sisi lain, hubungan antara manusia dengan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Prosesnya adalah:
1.   Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2.   Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, dimana suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
3.   Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dapat hidup dengan baik.
            Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan.            



Daftar Pustaka:
Nugroho, Widyo dan Achmad Muchji. 1994. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma 

No comments:

Post a Comment